Di Usia Senja, Kakek Sarwono Tak Gentar Mengadu Nasib di Tanah Rantau

Di Usia Senja, Kakek Sarwono Tak Gentar Mengadu Nasib di Tanah Rantau

    Kakek Sarwono cerminan lelaki sejati, terpancar dari keteguhannya bekerja. Di usia senja, ia berani bertarung nasib di tanah rantau tuk menafkahi keluarga di kampung halaman.

     Kini usianya sudah lebih dari setengah abad, namun Kakek Sarwono tak gentar memutuskan tuk merantau dari kediamannya di Desa Belingbing, Kecamatan Raharjo, Kabupaten Kendal. Ia rela meninggalkan seorang istri dan anak-anaknya tercinta demi melanjutkan usaha tuk mencari nafkah.

     Kakek Sarwono kini bekerja menjaga rumah kosong salah satu perumahan di Depok. Upah yang ia terima pun tak seberapa, sebulan bekerja ia hanya bisa mengantongi upah sebesar Rp. 1.500.000,-. Untuk keseharian hidup, ia makan seadanya karena harus mengirim uang ke keluarganya di kampung. 

     Pada lebaran kali ini, Kakek Sarwono hanya bisa tertunduk pasrah. Bagaimana tidak, setahun lebih bekerja ia tak dapat melepas rindu pulang kampung menemui keluarga. Namun ia hanya bisa pasrah, peraturan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah tak bisa ditolak. 

     "Gimana lagi yah mas, pengin ketemu keluarga tapi gak bisa mudik!" ungkap Kakek Sarwono dengan nada lesu, Senin (26/4/2021).

     Raut kegembiraan mekar dari wajah lelah Kakek Sarwono saat ia menerima sembako zakat dari PPPA Daarul Qur'an. Ia datang ke kantor PPPA Daarul Qur'an dari Depok seorang diri menggunakan angkot, baginya bantuan yang diberikan PPPA Daarul Qur'an bisa ia gunakan tuk merayakan lebaran.

     Ucapan terima kasih tak hentinya Kakek Sarwono  ucapkan kepada PPPA Daarul Qur'an dan para donatur yang telah membantunya. Doa nan tulus ia panjatkan tuk para donatur agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan hidup. 

(MRIM)

SObat baik pun bisa andil membantu orang seperti Kakek Sarwono melalui: s.id/pahalaramadan