Duka dan Asa Driver Ojol di Tengah Pandemi

Duka dan Asa Driver Ojol di Tengah Pandemi

     Pak Heri hanya bisa pasrah dan mensyukuri ketetapan takdir illahi yang menimpa. Pandemi menjadikan banyak orang patah arang, namun tidak dengan Pak Heri. Meski penghasilannya sebagai pengemudi ojek online (ojol) menurun, ia tetep tegar.

     Ucapan syukur terucap tulus dari raut muka yang lugu, senyum lepas terpancar apik dari wajah Pak Heri saat menerima bingkisan Ramadan dari Tim SedekahOnline PPPA Daarul Qur’an di kediamannya Ciputat, Tangerang Selatan. Ucapan terim kasih tak hentinya ia berikan pada para donatur yang telah peduli akan nasibnya.

     Pandemi Covid-19 masih ganas menerjang tiap lini kehidupan di negeri kita Indonesia. Sudah lebih dari setahun, belum tampak kapan bencana ini akan pergi dan kehidupan berjalan dengan normal kembali.

     Bapak itu bernama Herianto (41 tahun), kesehariannya ia habiskan untuk bekerja sebagai pengemudi ojol. Berangkat tatkala fajar masih kemerah-merahan dan pulang saat senja sudah menghitam berganti malam.

    Pandemi datang tak pandang bulu, memorakporandakan tiap lini kehidupan. Semua dibikin kelimpungan, tak pandang penguasa dan rakyat jelata. Pun demikian dengan Pak Heri, sebagai pengemudi ojol kini pendapatannya menurun pesat.

     Saat ditemui di kontrakannya, duka dan asa Pak Heri ceritakan kepada kru SedekahOnline. Ia berkerja sebagai pengemudi ojol hingga pukul 22.00 WIB. Sudah 6 tahun Pak Heri menekuni profesi sebagai driver ojol.

   Meski penghasilannya tak seberapa, terlebih tatkala pandemi, namun Pak Heri terus bejuang menjalankan profesinya dengan baik. Semua itu ia kerjakan demi keluarga tercinta dan atas nama kewajiban sebagai kepala rumah tangga.

    “Alhamdulillah lah disyukuri aja,” ungkap Pak Heri pada kru SedekahOnline saat mengakhiri pembicaraannya, Selasa (6/4/21).

***

Sobat baik pun bisa andil membantu memberikan bingkisan Ramadan kepada dhuafa dan pejuang Qur’an melalui: s.id/pahalaramadan

MRIM