KH. Hasyim Asy'ari: Nasionalisme Kaum Santri

KH. Hasyim Asy'ari: Nasionalisme Kaum Santri
Sumber gambar: NU Online

#sobatbaik. Tokoh kemerdekaan pilihan SedekahOnline.com kali ini adalah KH. Hasyim Asy'ari. Ia merupakan tokoh di balik fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, sebelum pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini lahir di Jombang, 14 Februari 1871 dan meninggal di kota kelahirannya pada 25 Juli 1947. Melalui fatwa dan pemikiran KH. Hasyim Asy'ari ini Islam dan nasionalisme dapat menjadi kesatuan yang saling menguatkan .

Dari kacamata sejarah ini sudah sepatutnya agama dan negara jangan dibenturkan, namun keduanya harus dipertemukan menjadi dua kekuatan yang saling melengkapi. Belajarlah dari sosok KH. Hasyim Asy'ari dengan menjunjung ilmu dan hukum Islam melalui jalur pengabdian ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Menurut KH. Hasyim Asy'ari, Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan. Islam sebagai kekuatan besar sudah sepatutnya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan peradaban bangsa.

Figur KH. Hasyim Asy'ari ini pula yang menjadi panutan bagi sebagian kaum santri di Indonesia. Jutaan santri yang tersebar di Indonesia menjunjung nilai keagamaan dan nasionalime dari ajaran beliau.

Klik s.id/yatimhebat untuk bantu pendampingan yatim dampak Covid-19

MRIM