Kisah Pasangan Pasutri di Tuban yang Mengidap Penyakit Kronis di Tengah Pandemi

Kisah Pasangan Pasutri di Tuban yang Mengidap Penyakit Kronis  di Tengah Pandemi

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pribahasa tuk menggambarkan musibah yang menimpa pasangan suami istri (Pasutri) di Tuban. Dalam suasana pandemi yang serba susah, keduanya ditimpa penyakit yang parah.

Di tengah keadaan yang serba susah imbas pandemi, Pak Iskun dan Ibu Radjiah harus menanggung beban berkali-kali lipat. Kedua pasangan ini ditimpa penyakit kronis. Sang suami mengidap penyakit Bronchitis (paru-paru) dan diabetes dengan luka gangren, sedangkan istrinya didiagnosa gerd.

Pasangan Pasturi ini tinggal di Dusun Sugihan, Desa Krajan RT 001 / RW 009, Tuban dengan seorang anak yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Kini, anaknyalah yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang tak pasti.

Dari anaknya pulalah sumber pengobatan pasangan pasturi ini, terlebih Pak Iskun sudah tiga bulan hanya menjalani perawatan di rumah. Kakinya pun harus segera dilakukan proses amputasi, karena luka infeksi yang ia alami semakin parah. Namun apalah daya, sang anak tak mampu berbuat banyak karena keterbatasan biaya.

Sedangkan Ibu Radjiah hanya mengandalkan obat warung tuk mengurangi sakit yang ia derita. Namun kini, ia harus menjalani pengobatan intensif tranfusi darah B karena lambungnya membengkak. Pasangan Pasturi ini kini hanya berharap keajaiban agar bisa berobat dengan layak dan penyakit yang ia derita segera sembuh.

Melalui SedekahOnline, kami mengajak sobat baik tuk turut meringankan beban mereka. Uluran donasi kepedulian dari sobat baik menjadi harapan dan asa bagi kesembuhan pasangan Pasturi ini. Berikan sedekah dan donasi sobat baik tuk membantu meringankan beban mereka, karena dalam suasana pandemi kepedulian sesama menjadi sangat berarti.  

Klik https://sedekahonline.com/

MRIM