Perempuan Tangguh, Berjualan Cilok dan Tahu Isi Keliling Tuk Mengoati Suaminya yang Mengidap Gagal Ginjal

Perempuan Tangguh, Berjualan Cilok dan Tahu Isi Keliling Tuk Mengoati Suaminya yang Mengidap Gagal Ginjal

Sudah dua tahun, Ibu Fitri berjuang seorang diri tuk mencari nafkah dengan berjualan cilok dan tahu isi keliling. Semua ini ia lakukan tuk membiayai suaminya berobat. Suaminya Pak Damar Huri (31) kini sudah tak bisa berbuat apa-apa karena mengidap gagal ginjal kronis (chronic renal failure).

Segala ikhtiar ia tempuh, enam kali menjalani operasi tak berbuah apa pun. Ibu Fitri pun sudah menghabiskan banyak biaya dan mulai merasakan kesusahan. Awalnya, kaki Pak Damar membengkak disertai sesak nafas yang berkepanjangan. Saat itu Ibu Fitri langsung membawa suaminya ke rumah sakit. Namun Pak Damar tak memiliki jaminan kesehatan KIS/BPJS. Akhirnya terpaksa ia menggunakan biaya pribadi yang ia punya.

Seluruh harta berharganya telah Ibu Fitri jual tuk mengobati biaya pengobatan suaminya. Dari tanah, sepeda motor dan perhiasan yang ia punya kini sudah perpindah tangan. Hanya rumah satu-satunya barang yang tersisa tuk berteduh bersama.

Ibu Fitri tak kenal lelah dan menyerah. Sembari mengantar suaminya ke rumah sakit tuk cuci darah, ia jajalkan dagangannya berupa cilok dan tahu isi ke pengujung. Bahkan ia sempat dilarang satpam, namun apa lah daya inilah satu-satunya mata pencaharian Ibu Fitri tuk bertahan hidup sembari merawat suaminya.

Sebagai seorang pedangang keliling, penghasilan Ibu Fitri tak seberapa. Tiap harinya ia hanya bisa mendapatkan keuntungan Rp. 50.000,- saja. Itu pun harus ia sisakan tuk membiayai pendidikan anak semata wayangnya yang kini berusia 11 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar.

Perjuangan Ibu Fitri memang berat, tamun ia tak kenal kata menyerah. Untuk itu, melalui SedekahOnline kami mengajak Sobat baik tuk andil dan peduli membantunya. Semoga Sobat baik tergerak hati tuk meringankan beban Ibu Fitri.

Klik unntuk donasi:

https://sedekahonline.com/

MRIM