Umi Ela: Ngajar Ngaji itu Ibadah bukan Semata Pekerjaan

Umi Ela: Ngajar Ngaji itu Ibadah bukan Semata Pekerjaan

     Umi Ela nampak sangat gembira saat kru SedekahOnline PPPA Daarul Qur’an memberikan bingkisan Ramadan untuknya. Baginya, ia merasa sangat dihargai sebagai pengajar Al-Qur’an atas pemberian bingkisan ini.

     Umi Ela, sapaan akrab anak-anak saat memanggil Ustadzah Nurlaela. Sosok perempuan paruh baya yang kini usianya menginjak 39 tahun, ialah seorang guru ngaji di balik kesuksesan mendidik anak-anak ilmu Al-Qur’an di salah satu kompleks perumahan Ciputat, Tangerang Selatan.

     Sudah hampir 15 tahun, Umi Ela berjuang membumikan Al-Qur’an di sekitar kediamannya. Berawal dari rasa keprihatinan yang ia alami saat menyaksikan banyak anak-anak yang enggan belajar Al-Qur’an di sekitar kediamannya.

     Hati kecil Umi Ela tersentuh melihat keadaan ini, ia merasakan kesedihan yang mendalam tatkala melihat anak-anak yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Sebagai pendatang, ia pun memulai semuanya dari nol untuk mengumpulkan anak-anak agar mau mengaji.

     “Saya sangat sedih ketika melihat anak-anak tidak bisa membaca Al-Qur’an, saya pun tak mau ada anak-anak di suatu tempat tak dapat baca Qur’an,” ungkapnya pada Tim SedekahOnline, Rabu (14/4/21).

     Perjuangan Umi Ela mengajak anak-anak di sekitar rumahnya untuk belajar Al-Qur’an tak mudah. Namun atas panggilan keikhlasan, ia terus berjuang mengajak mereka mengaji. Untuk pertama kalinya, awalnya hanya 4 anak yang berkenan belajar Al-Qur’an.    

     Sebagaimana hasil tak pernah mendustai usaha, anak-anak yang berkenan hadir belajar Al-Qur’an bersama Umi Ela terus bertambah. Dari 4 anak bertambah menjadi 5, 10 dan kini lehih dari 80 anak-anak setiap hari mendatanginya untuk belajar Al-Qur’an.

      “Dari pada anak-anak main seharian, mending main ke tempat saya sembari ngaji Qur’an,” ucap Umi Ela.

     Sebagai guru ngaji, Umi Ela tak mematok bayaran pada peserta didiknya. Berapa pun ia terima jika anak didiknya memberikan bisyarah (red; iuran), ia pun tak mempermasalahkan jika anak didiknya tak memberikan iuran sepeserpun.

     “Ngajar ngaji itu bukan pekerjaan, ini ibadah kepada Allah SWT. Kehadiran anak-anak untuk mau berangkat ngaji bagi saya itu suatu kebahagiaan besar,” Tegas Umi Ela.

     Kepada kru SedekahOnline ia memberikan pesan dengan mengutip sebuah hadis, “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)

    Sobat baik, mari ulurkan sedekah terbaik anda untuk para pejuang Qur’an seperti Umi Ela. #BerkahUnlimited senantiasa menyertai sobat baik yang mau menyedekahkan rezekinya untuk saudara kita yang membutuhkan. Salurkan sedekah anda melalui s.id/pahalaramadan .

(MRIM)