Ustazah Nayla: Al-Qur’an Memberikan Ketenangan dan Ketentraman Padaku

Ustazah Nayla: Al-Qur’an Memberikan Ketenangan dan Ketentraman Padaku

     Bagi Ustazah Nayla, memposisikan Al-Qur’an tak ubahnya memperlakukan seorang kekasih. Selalu dijaga dengan murajaah, diingat dan akan merasakan kerinduan yang sangat walau sejenak menjauh.

     Di sela kesibukannya mengamalkan ilmu Al-Qur’an pada ibu-ibu dan anak-anak di salah satu daerah Bekasi, Jawa Barat. Pada Ramadan kali ini bersama SedekahOnline PPPA Daarul Qur’an, Ustazah Naylatus Sa’diyah (Nayla) berkenan meluangkan waktu tuk berbagi pengalaman inspiratif perjalanannya menjadi pejuang Al-Qur’an.  

     Sedari kecil, nilai-nilai Qur’ani telah ditanamkan pada Ustazah Nayla oleh ayahnya. Inilah awal mula kecintaanya pada Al-Qur’an tumbuh, di mana Al-Qur’an telah hadir menemani hari-hari masa kanak-kanaknya.

     Jalan menjadi penghafal Qur’an tak semuanya mulus, banyak rintangan yang harus dilalui Ustazah Nayla. Menurutnya, menjadi penghafal Qur’an bukan sekadar hafal surat-surat dalam Al-Qur’an. Lebih dari itu, penting tuk mengetahui terlebih dahulu ilmu-ilmu tentang Al-Qur’an.

     Setamat Madrasah Aliyah, Ustazah Nayla memutuskan diri tuk melanjutkan pendidikan di salah satu pesantren tahfidz daerah Jogjakarta. Tak berhenti di situ, ia pun melanjutkan mempelajari ilmu-ilmu Al-Qur’an di salah satu pesantren tahfidz daerah Kudus, Jawa Tengah.  

     Ada cerita inspiratif yang Ustazah Nayla dapat saat menghafal Qur’an, di mana tiap pergantian juz hafalannya selalu ada cobaan dan kenikmatan yang datang. Baginya, hal ini sebagai perhatian Allah SWT bagi para pejuang Qur’an. “Intinya harus sabar saat ingin menghafal Qur’an,” tegasnya, Minggu (18/2/21).

     Lebih lanjut, Ustadzah Nayla menceritakan bahwa memutuskan diri tuk menjadi penghafal Al-Qur’an tidaklah mudah dan butuh perjuangan yang tidak singkat. Namun, mendalami ilmu-ilmu Al-Qur’an memiliki makna tersendiri bagi hidupnya.

     “Buat andik-adik yang ingan menjadi pengafal Al-Qur’an jangan pernah menyerah, meskipun banyak rintangan dan cobaannya,” ujar Ustadzah Nayla.

     Keberkahan Al-Qur’an hadir bagi para pejuangnya, kedekatannya pada Al-Qur’an mendatangkan kesehatan jiwa dan raga. Istiqamah dalam morajaah menjadikan ia terhindar dari rasa capek, sakit dan gampang lemas. “Saya merasa sehat dekat dengan Qur’an,” ungkapnya.

     #BerkahUnlimited selalu hadir bagi para pejuang Qur’an, itu pula yang dialami Ustazah Nayla. Al-Qur’an hadir bak dermaga ketenangan jiwa yang menghilangkan keraguan dalam hidup. Tak hanya itu, Al-Qur’an pula dapat merubah pola pikir dan memberikan rasa tentram penuh ketenangan padanya.

     “Yen Qur’an kerawat, awak kerumat,” (Jika Qur’an terawat, maka badan terjaga) tutup ia dengan mengutip salah satu perkataan ulama besar Mbah Arwani Kudus.

----

Sobat Baik pun dapat berpartisipasi memberikah sedekah bagi para penghafal Qur’an yatim dhuafa melalui tautan ini : s.id/nabungpahala