Biografi Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani

Biografi Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani
Sumber: id.wikipedia.org

Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani merupakan penulis Matan Safinah dari Fasal Puasa sampai Akhir. Nama lengkap Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani yaitu Al-Allamah Asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, lahir di Tanara, Serang, pada 1230 H/1813 M.

Syekh Nawawi merupakan seorang ulama intelektual Indonesia bertaraf Internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Beliau memiliki beberapa murid dari indonesia diantaranya, Kh.Kholil Bangkalan, Kh.Asnawi Kudus, Kh.Tubagus Bakri, Kh.Arsyad Thawil dari Banten, Kh.Hasyim Asy'ari dari Jombang.

Kemuliaan yang dimilikinya sangat banyak, diantaranya ibu jari yang dapat memancarkan cahaya. Ketika melakukan sebuah perjalanan dalam syuqduf (rumah-rumahan di punggung unta), Syekh Nawawi pernah mengarang kitab dengan menggunakan telunjuknya sebagai lampu.

Saat itu, tidak ada cahaya dalam syuqduf yang ditumpangi, sementara inspirasinya untuk menulis kitab tengah kencang mengisi kepalanya. Syekh Nawawi kemudian berdoa kepada Allah agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu, menerangi jari kanan yang akan digunakannya untuk menulis.

Kitab yang kemudian lahir dengan judul Maraqi al-'Ubudiyyah syarah Matan Bidayah al-Hidayah itu harus dibayarnya dengan bekas luka pada jari telunjuk kiri, karena cahaya yang diberikan Allah pada telunjuk kirinya itu membawa bekas yang tidak hilang.

Intelektualitas & kecakapan Syekh Nawawi dalam ilmu agama sudah tidak diragukan lagi. Ulama asal Mesir, Syekh 'Umar 'Abdul Jabbar dalam kitabnya berjudul Al-Durus Min Madhi Al-Ta'lim Wa Hadlirih Bi Al-Masjidil Al-Haram menyebutkan, Syekh Nawawi sangat produktif menulis. Karyanya mencapai seratus judul lebih yang meliputi berbagai disiplin ilmu.

Banyak pula karyanya yang berupa syarah atau komentar terhadap kitab-kitab klasik. Sebagian dari karya-karya Syekh Nawawi sebagai berikut: Kâsyifah Al-Sajâ Syarah Safînah Al-Najâ ,Sullam Al-Munâjah Syarah Safînah Al-Shalâh, dan Al-Tsimar Al-Yani'ah Syarah Al-Riyadl Al-Badi'ah.

Selain itu ada Baĥjah Al-Wasâil Syarah Al-Risâlah Al-Jâmi’ah Bayn Al-Usûl Wa Al-Fiqh, Wa Al-Tasawwuf, Al-Tausyîh/ Quwt Al-Habîb Al-Gharîb Syarah Fath Al-Qarîb Al-Mujîb, Niĥâyah Al-Zayyin Syarah Qurrah Al-‘Ain Bi Muĥimmâh Al-Dîn dan Marâqi Al-‘Ubûdiyyah Syarah Matan Bidâyah Al-Ĥidâyah.

Selanjutnya ada karyanya berjudul Nashâih Al-‘Ibâd Syarah Al-Manbaĥâtu ‘Ala Al-Isti’dâd Li Yaum Al-Mi’âd, Salâlim Al-Fadhlâ΄ Syarah Mandhûmah Ĥidâyah Al-Azkiyâ΄ dan Qâmi’u Al-Thugyân Syarah Mandhûmah Syu’bu Al-Imân.

Bukan hanya jumlahnya saja yang banyak, tapi muatan pembahasan yang disuguhkan dalam kitab beliau juga di akui sangat luar biasa, seperti Tafsir Munir, Nihayatu Zein & Kasyifatu Saja. Diantara gelar kehormatan yang disematkan kepada Syekh Nawawi al-Bantani, sebagai berikut: al-Sayyid al-'Ulama al-Hijaz (tokoh ulama Hijaz) atau Sayyidul Hijaz (penjaga Hijaz).

Selain itu, Nawawi at-Tsani (Nawawi kedua), al-Imam wa al-Fahm al-Mudaqqiq, A'yan 'Ulama al-Qarn ar-Ram 'Asyar Li al-Hijrah (tokoh ulama abad 14 Hijriyah), Imam 'Ulama Al-Haramain (Imam Ulama Dua Kota Suci), dan Doktor Ketuhanan (orang pertama yang memberikan gelar ini pada Syekh Nawawi adalah Christiaan Snouck Hurgronje).

Kitab Safinah Najah sendiri dirampungkan penulisannya oleh Syekh Nawawi Banten dari awal Fasal tentang puasa sampai akhir. Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Syekh Nawawi banten di dalam Kasyifatu Saja’ Syarah Safinah Naja. Salah satu hal yang perlu diketahui, bahwa pengarang kitab safinah bukan hanya Syekh Salim Bin Sumair, melainkan ada peran penting syekh Nawawi banten.

Terlebih bagi kalangan santri yang sangat menjunjung adab mengaji dengan bertabaruk, bertawasul dan hadiah fatihah kepada pengarang kitab ketika sebelum mengkajinya. Syekh Nawawi al-Bantani wafat dalam usia 84 tahun di Syeib A'li, sebuah kawasan pinggiran kota Mekkah, pada 25 Syawal 1314 H/1879 M. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat kepada beliau.

Sudahkah kalian sedekah hari ini? Kalau mau sedekah di: Sedekah Online aja. Ingat sedekah ingat sedekah online!

Penulis: Saiful Bakhri