Duka Sinabung, Duka Kita

Tanah Karo berduka, Gunung Sinabung kembali meletus pada Senin (10/8) lalu. Debu vulkanik dan material yang dimuntahkan Sinabung menyelimuti Bumi Turang.

Duka Sinabung, Duka Kita

Tanah Karo berduka, Gunung Sinabung kembali meletus pada Senin (10/8) lalu. Debu vulkanik dan material yang dimuntahkan Sinabung menyelimuti Bumi Turang.

Awalnya warga dikagetkan dengan letusan pertama yang mengakibatkan turunnya lumpur pada Sabtu (8/8) dini hari. Kemudian letusan besar pun terjadi pada Senin.

Merasa terpanggil untuk membantu, tim Sedekah Online Medan pun menjelajahi Tanah Karo pada Selasa (11/8). Tepatnya di Desa Ndeskati, Naman Teran, Karo, Sumatera Utara. Desa ini terletak lima kilometer dari kaki Gunung Sinabung. Ada 260 kepala keluarga tinggal di desa ini. Mayoritas berprofesi sebagai petani kebun.

Desa Ndeskati sempat memutih saat erupsi terjadi. Kebun-kebun dan tanaman pun habis tertimbun debu. Untuk sementara, warga tak bisa pergi meladang. "Kol, kentang, cabai, brokoli untuk sementara belum bisa dipanen. Belum selesai masalah covid-19, sudah ada lagi permasalahan Sinabung," ujar salah satu warga desa, Dewi Sartika Sembiring.

Tak hanya kebun yang tertutup debu, air bersih juga menjadi langka di desa ini. Apalagi, selama ini warga desa hanya mengandalkan air yang mengalir dari gunung. Sementara, dalam kondisi saat ini, air bersih sangat dibutuhkan warga desa.

Untuk membantu meringankan beban masyarakat Desa Ndeskati, tim Sedekah Online Medan menyampaikan bantuan kepada warga berupa paket sembako dan masker. Bantuan ini disambut oleh Kepala Desa Ndeskati Rahmat Sitepu. "Terima kasih, semoga bermanfaat bagi kami. Doakan duka bencana ini segera berlalu," ujarnya.

Sobat Baik, tak hanya Desa Ndeskati yang terdampak erupsi, masih ada desa-desa lain di sekitar Sinabung yang menunggu uluran tangan kita. Kebaikan hati Sobat Baik masih dinanti warga sekitar Sinabung untuk meringankan beban mereka.[]