Dzikir Sebagai Kekayaan Kita

Buat yang berat hidupnya, ketahuilah, mungkin karena kurang dzikir. Membiasakan membaca dzikir, semoga hidup menjadi semakin enteng.

Dzikir Sebagai Kekayaan Kita
NULL

Saat tiba pagi dan sore hari, yuk baca :

100 shalwat, "Allahumma sholli'ala sayyidinaa muhammad wa 'ala ali sayyidinaa muhammad."

100 tasbih, "Subhaanallahi wabihamdih."

100 istighfar, "Astaghfirullahal'azhim."

Baca juga hasbiyallaahu laa-ilaaha illaa huu'Alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul 'arsyil 'adzim. Ini adalah bagian dari dua ayat terakhir dari Q.S. At-Taubah. Baca saja keduanya sebanyak tujuh kali.

Kemudian dilanjut membaca Al-Ikhlaas, Al-Falaq, An-Naas, masing-masing sebanyak tiga kali. Ulangi dzikir ini dua kali sehari, pagi dan sore.

Buat yang berat hidupnya, ketahuilah, mungkin karena kurang dzikir. Membiasakan membaca dzikir, semoga hidup menjadi semakin enteng. Bagi yang rajin membaca, ia bagaikan sedang mengumpulkan kekayaan, meniti jalan kemenangan, kesuksesan, kejayaan dan kemuliaan. Terus rutinkan.

Lebih baik lagi, jika saudara mau mempelajari betul dzikir pagi, sore, serta dzikir-dzikir setelah shalat. Pelajari dan amalkan. Asli, hidup insya Allah bakal enteng seenteng-entengnya.

Bagi untuk yang makan saja susah. Bayar angsuran ini itu susah. Bayar sekolah atau kuliah, cari kerja atau jodoh susah. Untuk yang pengen usaha, keringetan cari modal. Udah usaha, masih keringetan juga. Sebab, masalah kerap muncul. Kemudian, peristiwa ini dibilang wajar. Padahal tidak wajar. Kenapa? Sebab hidupnya sepi dari dzikir harian.

Melewati hari tanpa dzikir harian adalah seperti jalan di muka bumi, tanpa pakaian, dengan membawa beban berat dipundaknya. Bismillah, coba niatin mencicipi dzikir ini, sekitar tiga hari dulu. Terus lanjut tujuh hari, 14 hari, 40 hari, hingga pada akhirnya bisa 100 hari, tidak pernah tidak membaca. Baca terus.

Bagi yang memiliki orang tua, keluarga yang sedang hajat, sedang susah, sedang butuh pertolongan Allah, kerjakan juga dzikir-dzikir ini. Untuk yang belum berjodoh, belum punya anak, belum kerja, tidak kunjung lulus kuliah, ingin melanjutkan S2, S3, atau bahkan S5 atau S8. Ini mah enteng dah buat Allah.

Setiap setelah mengerjakan dzikir-dzikir ini, tarik nafas sebentar. Koneksikan sedikit ke Allah. Konsentrasi dengan menghela nafas, lalu berdo'alah.

Alaa bidzikrillaahi tath-mainnul quluub. Ingatlah, dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.

Cobalah dzikir tersebut salin di kertas selembar. Bawa terus lembar tersebut sebagai pengingat, bahwa, ada dzikir harian yang minimal harus dibaca.

Jangan lupa ajarkan orang akan hal ini. Ingatkan. Jika perlu bikin kelompok kecil. Cari kawan yang saling mengingatkan dan sama-sama mengerjakan. Minta mereka juga cari downline. Pakai prinsip ajak, rawat, dan uswatun hasanah. Prinsip ini mengajarkan untuk tidak hanya mengajak, tetapi juga ngingetin buat terus melakukan.

Bila hasilnya pengen lebih hasil lagi, coba lihat-lihat. Punya apa yang bisa disedekahkan? Keluarkan saja terlebih dahulu untuk jadi pelengkap dzikir yang hebat. Insya Allah.