Jangan Lupa Sedekah

Budi dan Sarah merupakan pasangan suami istri dengan dua orang anak bernama Akbar dan Zahra. Suatu pagi, ketika Akbar dab Zahra akan berangkat sekolah, Sarah memberikan uang saku kepada mereka.

Jangan Lupa Sedekah

Budi dan Sarah merupakan pasangan suami istri dengan dua orang anak bernama Akbar dan Zahra. Suatu pagi, ketika Akbar dab Zahra akan berangkat sekolah, Sarah memberikan uang saku kepada mereka.

---

Sarah : "Anak-anak, ini uang saku kalian ya, masing-masing sama, dipakai seperlunya dan jangan lupa ya!"

Akbar dan Zahra : "Siap bu!" jawab Akbar dan Zahra bersahutan.

Budi : "jangan lupa apa, bu?" tanya Budi yang juga akan berangkat bekerja.

Sarah : "Ayah ini gimana, sih? Kan ayah sendiri yang ngajarin kita buat rajin sedekah."

Budi : "Terus?"

Akbar : "Kok terus, sih, yah? Ini lho, kita mau misahin separuh uang saku kita buat ditaruh di kotak amal mushola sekolah."

Zahra : "Eh, kak, bukannya kita mau iuran buat bantu korban banjir, ya?"

Akbar : "Oh, iya, betul!"

Sarah : "Karena sebagian dari rizki kita merupakan?"

Akbar dan Zahra : "Hak orang lain!" seru mereka berdua.

Akhirnya, Budi hanya tersenyum bangga melihat anak-anaknya memiliki kebesaran hati yang luar biasa. Budi pun menambahkan uang saku untuk kedua anaknya agar sedekah mereka labih maksimal.

Budi ingat, dirinya pernah mengutip salah satu ayat Al-Qur'an yang ia sampaikan kepada istri dan anak-anaknya setelah mengaji bersama. Ayat yang ia baca adalah, "dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian," QS. Adz-Dzariyat [51] ayat 19.

Kemudian, Budi menjelaskan bahwa menyisihkan sebagian rezeki merupakan salah satu cara untuk memurnikan harta. Jika harta murni dan berkah, niscaya Allah akan terus menambahkannya hingga kelipatan yang tidak pernah kita tahu.

Namun, bukan hanya itu yang menjadi alasan untuk bersedekah. Melainkan pahala yang Allah janjikan kepada setiap hamba-Nya yang bersedekah serta harapan untuk meringankan beban orang lain. Sebab, manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan peran orang lain dalam segala hal.