Kenapa Bulan Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim, Ini Penjelasannya!
Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bahkan, Muharram disebut sebagai Syahrullah atau "bulan Allah", yang menunjukkan betapa istimewanya bulan ini. Namun di Indonesia, Muharram juga dikenal dengan sebutan "Lebaran Anak Yatim", khususnya pada tanggal 10 Muharram. Apa latar belakangnya sehingga disebut ini?
Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bahkan, Muharram disebut sebagai Syahrullah atau "bulan Allah", yang menunjukkan betapa istimewanya bulan ini. Namun di Indonesia, Muharram juga dikenal dengan sebutan "Lebaran Anak Yatim", khususnya pada tanggal 10 Muharram. Apa latar belakangnya sehingga disebut ini?
1. Hadis tentang Menyantuni Anak Yatim di 10 Muharram
Mengutip situs Nahdlatul Ulama (NU), disebutkan bahwa barangsiapa mengusap kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang pada hari Asyura, maka Allah akan menaikkan derajatnya sebanyak rambut yang diusap. Hal itu sebagaimana hadits yang berasal dari Musnad Ahmad, 7/36. Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.
Selanjutnya dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin karya Abullaits Assamarqandi menyebutkan besarnya pahala mengusap kepala yatim. "Barang siapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharran, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada'. Dan barang siapa mengusap kepala yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya".
2. Bulan Mulia, Amalan Berlipat Ganda
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan-bulan suci) dalam Islam, di mana umat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Salah satu amal terbaik adalah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim, yang termasuk golongan yang sangat dimuliakan dalam Islam.
3. Tradisi Sosial di Indonesia
Di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, masyarakat kerap mengadakan kegiatan santunan yatim di tanggal 10 Muharram. Acara tersebut sering diisi dengan doa bersama, ceramah, serta pembagian hadiah atau santunan kepada anak-anak yatim.
Karena suasananya mirip seperti hari raya, dengan anak yatim berkumpul, mendapatkan hadiah, makanan, dan kebahagiaan, maka muncullah istilah populer: “Lebaran Anak Yatim.”
4. Hari Raya Kegembiraan untuk Mereka yang Kehilangan
Dalam Islam, anak yatim sangat dijaga dan dilindungi. Karena tidak memiliki ayah yang menafkahi, mereka sangat layak untuk diperhatikan. Menjadikan 10 Muharram sebagai momen istimewa bagi anak-anak yatim adalah cara umat Islam Indonesia menyampaikan kasih sayang, dan menghadirkan “hari raya” bagi mereka yang mungkin jarang merasakannya.
Kesimpulan
Sebutan "Lebaran Anak Yatim" di bulan Muharram, khususnya pada tanggal 10, bukanlah bagian dari syariat formal, melainkan tumbuh dari budaya dan kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Ini adalah bentuk kasih sayang, perhatian, dan kepedulian umat kepada anak-anak yatim, sekaligus momentum untuk memperbanyak amal saleh di bulan yang mulia.
Bantu perjuangan santri Yatim Dhuafa klik: sedekahonline.com/berbagisantriyatim
SedekahOnline