Ketika Natsir Memungut Zakat untuk Pendidikan

Ketika Natsir Memungut Zakat untuk Pendidikan
M. Natsir

Suatu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1934 Masehi, Mohammad Natsir mengalami cobaan ekonomi atas program Pendidikan Islam (Pendis) yang dikelolanya di Bandung. Ia tak memiliki pemasukan lantaran banyak murid yang menunggak uang bayaran. Sementara ada kebutuhan rutin harus dibayarkan seperti uang sewa tempat, buku, gaji guru, dan sebagainya. 

Natsir pun pergi berkeliling ke beberapa kota untuk menemui kolega-koleganya. Berbekal 4,50 gulden ia mendatangi, salah satunya, seorang pengusaha kitab terbitan Mesir, Abdullah bin Afiff. Kedatangan Natsir bermaksud untuk memungut zakat dari Abdullah untuk kepentingan Pendis. Abdullah yang memahami kewajibannya untuk berzakat lantas menyerahkan zakatnya sebesar 25,00 gulden sambil berkata, "Untuk perjuangan fii sabilillah."

Sobat Baik, zakat menjadi kewajiban bagi mereka yang muslim, berakal dan baligh, merdeka, memiliki kelebihan harta, dan hartanya dimiliki secara penuh serta didapat dengan cara yang halal. Adakah Sobat Baik menjadi salah satu diantaranya? Pada momen gajian ini, yuk tunaikan 2,5% dari penghasilan kita untuk membersihkan dan menyucikan harta yang kita terima. Semoga keberkahan mengiringi Sobat Baik setelah menunaikannya. Klik SedekahOnline.com.