Ledakan Beirut Hancurkan Rumah dan Mimpi Warga

Lebih dari seperempat juta orang di Beirut kehilangan tempat tinggal yang layak setelah ledakan besar.

Ledakan Beirut Hancurkan Rumah dan Mimpi Warga

Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, Libanon pada Selasa (4/8) silam meninggalkan duka. Getarannya telah merobek ribuan rumah, menghempaskan pintu serta jendela, hingga menerbangkan buku-buku, lampu, perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya. 

Lusinan orang sempat terjebak di bawah reruntuhan. Ada yang bertahan hidup, ada yang berpulang ke pangkuan Tuhan. Ledakan tersebut telah membuat warga Beirut yang berada di sekitar pelabuhan kehilangan tempat tinggal. Aljazeera memperkirakan 6.200 bangunan rusak akibat ledakan ini. 

Salah satu warga, Mona al-Shami dan saudara perempuannya menjadi saksi dari ledakan ini. Saat ledakan pertama terjadi, mereka berdua langsung bersembunyi di bawah meja di apartemen mereka di Qarantina. Saat ledakan kedua terjadi, "Semuanya terbang, semua meledak," kata Mona. Keduanya sempat pingsan.

"Alhamdulillah kami masih hidup, tapi semuanya hilang, rumah kami, mobil, semuanya," katanya sambil menangis. Ia berdiri di tengah kamar tidur yang telah dipenuhi puing-puing.

Berbeda dengan Said al-Assaad (24) yang kebetulan sedang berada di pegunungan saat ledakan terjadi. Ketika disambangi, ia tengah berdiri di tengah rumah tradisional milik keluarganya yang hancur. Rumah keluarganya berada di distrik bersejarah Mar Mikhail. Meski keluarganya selamat, namun lingkungan sekitarnya hancur berantakan.

"Kehancuran ini tidak pernah Anda lihat dalam hidup Anda. Saya tidak pernah berharap melihat kehancuran seperti ini. Kehancuran ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata," ujarnya.

Mari dukung saudara-saudara kita di Beirut, Libanon untuk bangkit dari keterpurukan akibat ledakan dahsyat dengan donasi terbaik Anda. Semoga setiap kebaikan yang dikeluarkan mendapatkan ganjaran berlipat dari Allah SWT.[]