Perjuangan Ibu Uun, Janda Tangguh yang Bertahan Demi Kesembuhan Anaknya

Setiap pagi, Ibu Uun (45) memulai harinya dengan semangat yang tak pernah padam. Di rumah kecil satu petak peninggalan orang tuanya yang kini bocor dan tak layak huni, beliau tetap bersyukur karena masih ada tempat berteduh untuknya dan ketiga anaknya.

Perjuangan Ibu Uun, Janda Tangguh yang Bertahan Demi Kesembuhan Anaknya

Setiap pagi, Ibu Uun (45) memulai harinya dengan semangat yang tak pernah padam. Di rumah kecil satu petak peninggalan orang tuanya yang kini bocor dan tak layak huni, beliau tetap bersyukur karena masih ada tempat berteduh untuknya dan ketiga anaknya.

Hidup Ibu Uun berubah sejak anak pertamanya, Michika (24 tahun), divonis menderita TB paru. Setahun kemudian, hasil CT scan menunjukkan bahwa virus itu telah menyebar ke otak. Sejak itu, Michika tak lagi bisa berbicara atau berjalan—ia hanya bisa menangis, seperti anak kecil yang kehilangan seluruh kemampuan tubuhnya.

“Saya dulu sempat nggak sanggup. Buat makan aja bingung. Tapi setiap kali lihat anak-anak, saya kuat lagi,” tutur Ibu Uun lirih.

Suaminya telah lama pergi dan tak pernah memberi kabar, apalagi bantuan. Sejak itu, semua beban keluarga berada di pundaknya. Untuk bertahan, ia berjualan kecil-kecilan. Modalnya pun sering ia pinjam dari bank keliling, yang harus dibayar setiap hari. Kadang ada rezeki dari tetangga atau orang baik yang datang tanpa diduga.

“Dulu pernah minta tolong minjem mobil ambulans gratis buat bawa anak saya, tapi adanya cuma buat jenazah, yaudah dipake aja daripada gak ada” kenangnya.

Anak keduanya kini berusia 17 tahun dan masih sekolah, sementara yang bungsu berumur 9 tahun. Meski hidup serba kekurangan, Ibu Uun terus berjuang dan yang membuatnya terus bertahan adalah anak-anaknya.

“Kalau bukan karena anak, mungkin saya udah nyerah. Tapi mereka yang bikin saya semangat. Alhamdulillah, anak-anak ngerti keadaan. Mereka yang jadi penyemangat saya,” katanya sambil tersenyum tipis.

Ibu Uun selalu berdoa dan meminta sehat serta panjang umur. "kalau saya nggak ada, siapa lagi yang ngurus anak-anak? Saya juga minta rezeki dilancarin, anak-anak dijadiin anak soleh dan solehah, yang pinter dan sukses, biar bisa bahagiain mamanya", harapnya

Di balik hidup yang penuh ujian, Ibu Uun membuktikan bahwa kasih seorang ibu tak pernah habis, bahkan ketika dunia seolah berpaling. Ia adalah sosok sederhana yang setiap harinya berjuang, bukan hanya untuk hidup, tapi untuk cinta yang tak pernah menyerah.

Mari bantu Ibu Uun terus berjuang demi Michika. Setiap rupiah darimu bisa jadi harapan untuk kesembuhan Michika

Donasi bantu kesehatan Michika, anaknya Ibu Uum klik: s.id/bantumichikasembuh