Sambut Bulan Rajab, Inilah Amalan yang Bisa Dilakukan

Sambut Bulan Rajab, Inilah Amalan yang Bisa Dilakukan
Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Bulan Rajab merupakan bulan yang mulia, sehingga banyak keistimewaan yang bisa diraih oleh umat Muslim. Amalan yang biasanya dilakukan umat muslim di bulan Rajab, yakni puasa sunnah.

Perlu diketahui mengenai puasa sunnah di bulan Rajab memang tidak ada satu pun hadits sahih yang secara khusus menyatakan berkaitan dengan hal tersebut.

Namun di sisi lain juga tidak ada larangan secara khusus untuk berpuasa pada bulan Rajab. Oleh karena itu, dalil-dalil umum mengenai anjuran berpuasa setahun penuh kecuali lima hari yang diharamkan, cukup dijadikan dalil atas dianjurkannya puasa Rajab.

           Dalam Shahih Muslim, hadits no. 1960:

عن عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ

"Dari Utsman bin Hakim Al Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada Sa'id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa."

           Sedangkan Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengomentari hadits di atas dengan mengatakan: “Zhahirnya, yang dimaksud Sa’id ibn Jubair dengan pengambilan hadits ini sebagai dalil adalah bahwa tidak ada nash yang menyatakan sunnah ataupun melarang secara khusus terkait puasa Rajab. Karenanya, ia masuk dalam hukum puasa pada bulan-bulan yang lain. Tidak ada satupun hadits tsabit terkait puasa Rajab, baik anjuran maupun larangan. Akan tetapi, hukum asal puasa adalah disunnahkan.

           Sunan Abi Dawud bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan kesunnahan puasa pada bulan-bulan haram (al Asyhur al Hurum; empat bulan yang dimuliakan), dan Rajab adalah salah satunya. Wa Allaahu a’lam.”

           Bulan Rajab juga dikenal sebagai salah satu dari empat bulan hijriyyah yang mulia (al Asyhur al Hurum), seperti Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Banyak sekali peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab ini, seperti:

           Pada 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj, lalu ada hari kesepuluh bulan Rajab tahun 9 H, terjadi perang Tabuk. Pada bulan Rajab tahun  9 H, an-Najasyi, raja al-Habasyah tutup usia dalam keadaan muslim.

           Bulan Rajab juga merupakan bulan Imam Syafi’I tutup usia pada bulan Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun yang dimakamkan di Mesir. Pada bulan Rajab tahun 101 H, Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meninggal dalam usia 39 tahun.

Lalu, pada tanggal 27 Rajab 583 H, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan bumi al-Quds, Palestina. Peristiwa penting di Indonesia juga terjadi di bulan Rajab, yakni tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926, para ulama berkumpul di Surabaya menyepakati lahirnya Nahdlatul Ulama.

Ada doa yang bisa diamalkan ketika memasuki bulan Rajab, yakni

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَان

"Ya Allah, anugerahkanlah keberkatan kepada kami di Bulan Rajab dan Sya'ban. Dan sampaikan lah umur kami pada Bulan Ramadhan".

Dalam Hadits disebutkan:

 عن أنس رضي اللّه عنه قال:كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم إذا دخل رجب قال: "اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ".

"Dari Anas radliyallahu 'anhu berkata, apabila masuk bulan Rajab maka Rasulullah shallallahu alayhi wasallam membaca:

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ

(Diriwayatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al Adzkar, kitab Adzkar as Shiyam, bab ma yaquluhu idza ro'a al Hilal wa maa yaqulu idza ro'a al Qomar dan juga diriwayatkan dalam kitab Ibnu as Sunni)

           Selain itu juga ada riwayat yang menyebutkan do'a pada malam pertama Rajab mustajab, menurut Al Imam as Syafi'i radliyallahu anhu berkata dalam kitab al Umm:

 بلغنا أنه كان يقال: إن الدعاء يُستجاب في خمس ليال: في ليلة الجمعة، وليلة الأضحى، وليلة الفطر، وأول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان

"Telah sampai berita pada kami bahwa pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam jum'at, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban".

Di bulan Rajab yang merupakan salah satu bulan mulia, Sobat Baik bisa bersedekah melalui: Sedekah Online. Yuk, kita bersedekah di bulan yang mulia!

Penulis: Saiful Bakhri