Santri Daqu Post Ajari Anak-anak Suku Tengger Mengaji

Sebanyak 15 orang santri Daqu Post Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang mengunjungi Kampung Qur’an Bromo.

Santri Daqu Post Ajari Anak-anak Suku Tengger Mengaji

Sebanyak 15 orang santri Daqu Post Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang mengunjungi Kampung Qur’an Bromo binaan Daarul Qur’an di Wonokerto, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Para santri ini berkesempatan mengajar anak-anak Suku Tengger mengaji al-Qur’an.

Daqu Post sendiri adalah ekstra kurikuler jurnalistik di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. Hasil karya para santri yang berupa foto, video dan tulisan kerap menghiasi akun media sosial pesantren dan majalah Daqu. Pada kesempatan kali ini, para santri selama beberapa hari akan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di Pesantren kepada anak-anak masyarakat Suku Tengger.

Salah satu santri yang menjadi pengajar adalah Naufal (17). Santri asal Jakarta ini merasakan pengalaman baru karena berkesempatan untuk mengajar anak-anak Kampung Qur’an Bromo. 

“Sangat excited, pengalaman yang baru buat kita-kita para santri Daqu yang biasanya belajar dan mengajar di Pondok, kini bisa terjun langsung di masyarakat untuk mengamalkan ilmu di Pondok,” ujar Naufal kepada SedekahOnline, Kamis (17/1/2019).

Tak hanya Naufal yang merasakan antusiasme pengalaman baru. Hal yang sama dirasakan Rayyan Rasyid (17) yang juga berasal dari Jakarta. 

“Suatu pengalaman bisa mengajar santri, padahal kita juga masih proses mengajar. Alhamdulillah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, ternyata mengajar itu asyik. Intinya kita harus mencoba semuanya agar kita tahu apa yang sebenarnya kita suka,” ujar Rayyan.

Untuk diketahui, Kampung Qur’an Bromo ini terletak di kaki Gunung Bromo. Awalnya hanya ada Musala al-Ikhlas Wal Barakah serta Rumah Tahfizh, dan digunakan untuk menampung anak-anak desa untuk belajar dan menghafal al-Qur’an. Dengan dukungan PPPA Daarul Qur’an, kawasan yang awalnya wakaf dari seorang mualaf ini bertransformasi menjadi Kampung Qur’an Bromo, sentra belajar dan menghafal al-Qur’an. Hingga saat ini, Kampung Qur’an Bromo yang tumbuh di tengah perkampungan Hindu Suku Tengger, menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di sana. [mnx]